KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke
Hadirat Allah yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunianya, kami dapat
menyelesaikan tugas makalah Sejarah Peradaban Islam.
Terima kasih kami ucapkan kepada Pak
Mustaghfirin yang telah memberikan tugas ini sehingga kami dapat menambah
pemahaman kami tentang Sejarah Islam Terima kasih pula kami ucapkan kepada
teman-teman yang telah membantu kami dalam menyusun makalah ini.
Kami telah berupaya menyempurnakan
makalah ini, namun seperti kata pepatah, “ Tak ada gading yang tak retak” maka
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari Pak Mustaghfirin,
teman-teman dan orang lain yang sudi meluangkan waktunya untuk menyimak isi
dari makalah ini.
Sekali lagi, kami ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami sehingga makalah ini dapat
terselesaikan. Kami sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua
BAB I
PENDAHULUAN
Nabi Muhammad SAW
tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau
sebagai pemimpin poliik umat islam setelah beliau wafat. Beliau menyerahkan
persoalan tersebut terhadap kaum muslim sebdiri untuk menetukannya. Karena
itulah tidak lama setelah beliau wafat belum lagi jenazahnya di makamkan
sejumlah tokoh Muhajirin dan Ansor berkumpul di balai kota Bani Sa’idah
Madinah. Mereka memsyawarahkan siapa yang akan di pilih menjadi pemimpin
penggantiNabi Muhammad. Musyawarah itu berjalan sangat alot karna masing-masing
pihak mrasa mempunyai hak untuk menjadi Pemimpin umat Islam. Akhirnya dengan semangat ukhuwah islamiyah yang
tinggi,akhirnya,Abu Bakar terpilih an seluruh umat islam Membiatnya
BAB
II
RUMUSAN
MASALAH
a. Bagaimana
keadaan pemerintahan setelah nabi wafat ?
b. Bagaimana
perkembangan islam setelah masa khulafah rasyidah pada masa Bani Umayah?
c. Bagaimana
perkembangan islam setelah masa khulafah rasyidah pada masa Bani Abbasiyah
BAB
III
MASA
KEMAJUAN ISLAM
(650-1000
M)
A. KHILAFAH
RASYIDAH
1.
Abu Bakar
Sebagai pemimpin
umat islam setelah Rosul, Abu Bakar di sebut Kholifah Rosulillah (pengganti Rosul) yang dalam perkembangan selanjutnya
di sebut kholifah saja. Kholifah adalah pemimpin yang diangkat setelah Nabi
wafat untuk mengantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpi agama
dan kepala pemerintahan.
Abu Bakar
memerintah hanya dua tahun. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Masa yang
sesingkat itu habis untuk menyelesaikan masalah dalam negire terutama tantangan
yang di timbulkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tiak mau tunduk lagi kepada
pemerintah Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang di buat dengan nabi
Muhammad dengan sendirinya batal setelah Nabi wafat. Karna itu mereka menentang
Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat
membahayakan agama dan pemeritahan, Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini
dengan perang Riddah (perang melawan
kemurtadan ). Khalid bin Walid aalah jendral yang banyak berjaa dalam perang
Riddah ini.
Ketika Abu Bakar
sakit dan mrasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemuka
sahabat,kemudian mengangat umar sebagai pnggantinya dengan maksud untuk
mencegah kemungkinan perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam.
2.
Umar bin Khattab
Kebijakan Abu
Bakar tersebut ternyata di terima masyarakat yang segera secara ramai-ramai
membaiat Umar. Umar menyebut dirinya khalifah
khalifati Rasulillah (pengganti dari penggantinya Rosul). Ia juga
memperknalan istilah Amirul Mu’minin
(Komandan orang-orang mu’min).
Zaman Umar
gelombang ekspansi(perluasan daerah kekuasaan)pertama terjadi; ibu kota Syiria,
Damaskus, jatuh 635 M dan setahun kemudian, setelah tntara bizantium kalah di
pertempuran yarmuk,selurh daerah Syiria jatuk ke bawah kekuasaan Islam. Dengan
memakai Syiria sebagai basis,ekspasi di teruskan ke mesir di bawah pimpinan Amr
in Ash dank e Irak di bawah pimpinan Saad
ibn Abi waqosh. Iskandaria , ibu kota Mesir di taklukan tahun 641 M.Al
Qodisiah di Irak jatuh tahun 637 M. selanjutnya ke ibu kota Persia dan Mosul.
Karena perluasan
daerah terjadi sangat cepat, Umar segera mengatur administrasi Negara. Dan di
atur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah, Madinah ,Syiria, jazirah, Kufah,
Basrah, Palestina, dan sMesir.
Umar memerintah
selama 10 tahun(13-23 H/634-644 M).Masa jabataya berakhir dengan kematian.Dia
dibunuh oleh budak Persia bernama Abu Lu’lu’ah.Dia menunjuk 6 orang sahabat
danmeminta kepada mereka untuk memilih satu diantaranya menjadi khalifah.Enam
orang tersebut adalah:Usma,Ali,thalhah,Zubair,sa’ad bin Abi Waqosh.dan
Abdurrhman bin Auf.Setelah Umar wafat ,melalui musyawarah akhirnya Usman bin
affan ditunjuk sebagai khalifah pengganti Umar.
3.
Usman bin Affan
Pemerintahan
Usman berlangsung selama 12 tahun (644-655 M).Kepemimpina Usmansangat berbeda
dengan kepemimpinan Umar.Ini mungkin karena
umurnya yang lanjut(diangkat dalam usia 70 tahun) dan sifatnya yang lemh
lembut.Akhirnya Usman dibunuh oleh kaum pemberontak.
Salah satu faktor
yang menyebabkan benyak rakyat kecewa terhdap kepemimpinannya adalah kebijaksanaannya
mengngkat keluarga dalam kedudukan tinggi.Yang terentin dantaranya adalah
Marwan bin Hakam.
Mekipaun
demikian bukan berarti bahwa pada masanya tidak ada kegiatan-kegiatan
penting.Usman berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar
dan mengatur pembagian air ke kota-kota.Dia juga membangun
jalan-jalan,masjid-masjid,jembatan-jembatan,dan memperluas masjid nabawi di
Madinah.
4.
Ali bin Abi Thalib
Setelah Usman
wafat,masyarakat beramai-ramai membaiat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah.Ali
memerintah hanya enam tahun.Selam a pemerintahannya banyak terjadi berbagai
pergolakan.Setelah memduduki jabatan Ali memecat para gubernur `yang diangkat
oleh Usman .Dia yakin bahwa pemberontakan terjadi kerena keteledoran mereka
.dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Usman kepada penduduk fdengan
mnyarahkan hasil pendapatannya kepada negara.
Tidak lama
setelah itu,Ali bin Abi Thalib menghadapi pemberontakan Tholhah,Zubair,dan
Aisyah.Alasan mereka Ali tidak mau menghukum para pembunuh Usman ,dan mereka
menuntut bela terhadap darah Usman yang telah ditumpahkan secara dzalim.Perang
ini disebut dengan “Perang Jamal (unta)” karena Aisyah dalam pertempuran ini
mengendarai unta.
Bersamaan dengan itu kebijaksanaan-kebijaksnaan Ali
juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus
,Muawiyah.Perang ini disebut dengan “Perang Shiffin”karena terletak di
shiffin.Perang ini diakhiri dengan tahkim (Arbritase),tapi tidak menyelesaikan
masalah ,bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga,Al khawarij,orang-orang
yang keluar dari berisan Ali.Diujung masa pemerintahan Ali umat islam terpecah
menjadi tiga kekuatan politik,yaitu Muawiyah,Syi’ah(pengikut Ali),al Khwarij(orang-orang
yang keluar dari barisan Ali).Pada tanggal 20 Ramadhan 40 H (660 M) Ali
terbunuh oleh salah seorang Khawarij.
Kedudukan Ali
kemudian dijabat oleh anaknya Hasan selama beberapa bulan.Namun karena Hasan
lemah dan Muawiyah semakin kuat maka Hasan membuat perjanjian damai.Perjanjian
ini dapat memperstukan umat islam kembali dalam satu kepemimpinan
politik,dibawah Muawiyah bin Abu Sufyan.Pada tahun 41 H(661 M),tahun persatuan
itu dikenal dalam sejarah sebagai tahun Jama’ah (‘am jama’ah).Dengan demikian berakhirlah apa yang disebut dengan
masa Khulafaur Rasyidin ,dan dimulailah kekuasaan Bani Umayah dalam sejarah
politik islam.
Mulai dari Abu
Bakkar sampai Ali dinamakan periode Khilafah
Rasyidah.Para khalifahnya disebut Khulafaur Rasyidin (khalifah-khalifah
yang mendapat petunjuk).Ciri masa ini adalah para khalifah betul-betul menurut
teldan Nabi. Mereka dipilih melalui proses musyawarah,yang dalam istilah
sekarang disebut demokratis . Setelah periode ini pemerintahan islam berbentu
kerajaan .Kekuasaan diwariskan secara turun-temurun .Selain itu seorang
khalifah pada masa khulafaur rasyidah tidak pernah bertindak sendiri ketika
Negara mengahadapi kesulitan.Mereka selalu bermusyawarah degan pembesr-pembesar
yang lain.Sedangkan Khalifah-khaifah yang lain sering bertindak otoriter.
B. KHALIFAH
BANI UMAYAH
Kekuatan Bani Umayah berumur kurang lebih 90 tahun
.Ibu Kota Negara dipindahkan Muawiyah dari Madinah ke Damskus,tempat ia
berkuasa sebagai gubernur sebelumnya.Khalifah-khalifah besar Dinasti Bani
Umayah ini adalah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M),Abdul Malik bin
Marwan(685-705 M),al Walid bi Abdul Malik(705-715 M),Umar bin Abdul
Aziz(717-720 M),dan Hasyim bin Abdul Malik(724-743 M).
Masa pemerintahan Al Walid adalah masa
ketentraman,kemakmuran,dan ketertiban.Umat islam merasa hidup bahagia.Pada masa
pemerintahannya yang berjalan selama kuran lebih 10 tahun itu tercatat suatu
ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya,benua Eropa,yaitu
pada tahun 711 M.
Degan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah ,baik
di timur maupun di barat,wilayah kekuasan islam paa masa Bani Umayah sangat
luas.Daerah-daerah itu meliputi Spanyol,Afrika Utara,Syiria,Palestina,Jazirah
Arabia,dan Irak.
Dibidang lain Bani Umayah mendirikan dinas pos dan
tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya
di sepanjang jalan.Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan
mencetak mata uang.Khalifah al Malik juga berhasi melakukan
pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan islam.
Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti
ini,namun tidak berarti bahwa politik dalam negri dapat dianggap
stabil.Muawiyah tidak mentaati perjanjiannya dengan Hasan bin Ali ketika dia
naik tahta,yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah
di serahkan kepada pemilihan umat islam.Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid
sebagai putra mahkota menyababkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan
rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara.
Perlawanan terhadap Yazid dimulai oleh Hasan bin Ali
.Pada tahun 680 M,ia pindah dari Makkah ke Kufah atas permintaan golongan
Syi’ah yang ada di Irak.Mereka mengangkat Husein sebagai Khaliah.Dalam suatu
pertempuran tentara Husein mati terbunuh.Perlawanan Syi’ah tidak berhenti
dengan terbunuhnya Husein.Banyak pemberontakan yang dipelopori kaum
Syi’ah.Diantaranya Pemberontakan Mukhtar di Kufah pada tahun 685-687 M.
Hubungan pemerintah dengan golongan oposisi membaik
pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720 M).Meskipun masa
pemerintahannya sangat singkat,dia berhasil menjalin hubungan baik dengan
golongan Syi’ah .Dia juga member kebebaan pada penganut agama lain untuk
beribadah sesuai keykinan dan kepercayaannya.Pajak diperingan,kedudukan mawali disejajarkan dengan muslim Arab.
Sepeninggal Umar bin Abdul Aziz kekuasaan Bani Umayah
semakin hancur dan kacau.Pemerintahan tidak memperhatikan kemakmuran rakyat
.Kerusuhan erus berlanjut hingga masa pemerintahan selanjutnya.Akhirnya pada
tahun 750 M,daulat Umayah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu
Muslim Al Khurasani .
Factor-faktor
yang menyebabkan dinasti Bani Umayah lemah dan membawa kepada kehancuran antara
lain:
1.
System pergantian khalifah melalui garis
keturunan adalh sesuatu yang baru bagi tradisi Arab.Pengaturannya tidk jelas
dan menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat dialangan anggota
keluarga istana.
2.
Latar belakang terbetuknya dinasti Bani
Umayah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflikpolitik yang terjadi di masa
Ali.Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan
oposisi.
3.
Pada masa kekuasaan Bani Umayah ,banyak
terjadi pertentangan-pertentangan etnis sehingga pemerintah sulit utuk
menegakkan persatuan dan kesatuan.
4.
Gaya hidup mewah dilingkungan istana
sehingga anak-anak khaifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan ketika
mereka mewarisi kekuasaan.golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian
penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
5.
Munculnya kekuatan baru yang dipelopori
oleh keturunan Al Abbas bin Abdul Muthalib.
C. KHILAFAH
BANI ABBAS
Dinamakan khilafah Abbas karena para pendiri da
penguasa adalah keturunan Abbas,paan Nabi Muhammad SAW.D.inasti abbasiyah
didirikan oleh Abdullah as Saffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas.Kekuasaannya
berlangsung dari tahun 132-656 H (750-125 M).
Masa pemerinytahan Bani Abbas dibagi enjadi 5
periode:
1.
Periode Pertama (132-232 H) atau
(750-487 M),disebutPeiode Pengaruh Persia Pertama
2.
Periode Kedua (232-334 H) atau (874-945
M),disebut masa pengaruh Turki pertama.
3.
Periode Ketiga(334-447H) atau (945-1055
M),masa kekuasaan Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah.Periode ini
disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
4.
Periode Keempat (447-590 H) atau
(1055-1194 M),masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah
Abbasiyah ,disebut juga masa pengaruh turki kedua.
5.
Periode Kelima (590-656 H) atau
(1194-1258 M),masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain,tetapi kekuasaannya hanya efektif
disekitar kota Bagdad.
Pada periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa
keemasannya.Periode ini berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan ilmu
pengetahuan dalam islam.Namun setelah periode ini berakhir,pemerintahan Bani
Abbas mulai menurun di bidang politik,meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan
terus berkembang.
Kalau dasar-dasar pemerintahan daulat abbbasiyah
diletakkan dan dibangun oleh Abu Abbas as Safah dan Abu Ja’far al Mansur,maka
puncak kejayaan dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya,yaitu al
Mahdi (775-785 M),al Hadi (775-786 M),Harun ar Rasyid (786-809 M),al Ma’mun
(813-833 M),al Mu’tashim (833-842 M),al Wasiq (842-847 M),dan al Mutawakkil
(847-861 M).
Popularitas daulat Bani Abbasiyah mencapai puncaknya
di jaman khalifah harun ar Rasyid (786-809 M) dan puteranya al Ma’mun (813-833
M).Pada masa inilah Negara islam menempatkan dirinya sebagai Negara terkuat dan
tak tertandingi .al Ma’mun pengganti ar Rasyid dikenal sebagai khalifah yang
sangat cinta kepada ilmu.Beliau mendirikan Bait
al Hikmah pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan
perpustakaan yang besar.Pada masa al Ma’mun inilan bagdad mulai menjadi pusat
kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Dinasti Abbasiyah
periode pertma lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan islam
daripada perluasan daerah.
Ciri-ciri bani Abbasiyah yang tidak
terdapat pada masa Bani Umayah:
1.
Dengan berpindahnya ibu kota ke Bagdad
,Bani Abbasiyah jadi jauh dari pengaruh Arab.
2.
Dalam penyelenggaraan Negara,pada masa
Bani Abbas ada jabatan wazir,yang membawahi kepala-kepala departemen .Jabatan
ini tidak ada di masa pemerintahan Bani Umayah.
3.
Ketentaraan profesional baru terbentuk
pada masa pemerintahan Bani Abbas .Sebelumnya ,belum ada tentara khusus yang
professional.
Puncak
perkembangan ilmu pengetahuan terjadi pada masa mBani Abbas.Berbagai lembaga
pendidikan didirikan.Imam-imam madzhab hokum yang empat hidup pada masa
pemerintahan Bani Abbasiyah pertama.Imam Abu Hanifah (700-767 M) dalam
pendapat-pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di
Kufah.Imam Malik (713-795 M)banyak menggunakan hadis dan tradisi masyarakat
Madinah.Pendapat dua tokoh madzhab itu ditengahi oleh Imam Syafi’I (767-820 M)
dan Imam ibn Hanbal (780-855 M).
Aliran-aliran
teologi sudah ada pada masa Bani Umayah seperti khawarij,Murji’ah,dan Mu’tazilah.Tokoh
perumus Mu’tazilah yang terbesar adalah Abu al Huzail al Allaf (135-235
H/752-849 M) dan al Nazzam (185-221 H/801-835 M). Asy’ariyah,aliran tradisional
di bidang teologi yang di cetuskan oleh Abu Al HAsan Al Asy’ari (873-935 M )
yang lahir pada masa bani Abas ini juga banyak sekali terpengaruh logika
yunani. Ini terjadi karna sebelumnya Al Asy’ari adalah pengikut Mu’tazilah. Hal
yan serupa berlaku dalambidang sastra.
Pengang
ruh gerakan terjemah terlihat dalam perkembngan ilmu umum,terutama di bidang
astronomi,kedokteran ,filsafat,kimia,dan sejarah.Dalam bidang astronomi yang
terkenal adalah al Fazari sebagai astronom islam yang pertama kali menyusun
astrolabe.Al Fargani di kenal di Eropa dengan nama al Farganus menulis menulis ringkasan ilmu astronomi.dalam bidang
kedokteran dikenal dengan nama al Razi dan Ibnu Shina. Al Razi adalah tokoh
pertama yang membedakan antara penyakit cacar dan measles.Dia juga menyusun
buku mengenai kedokteran anak.Ibnu Shina berhasil menemukan system peredaran
arah pada manusia.Diantara karyanya adalah al
Qanun fi at Thib yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar ala
sejarah.
Dalam
bidang optika Abu Ali Hasan ibn al Haythami,yang di Eropa dikenal dengan nama
Alhazen,terkenal sebagai orang yang menentang pendapat bahwa mata mengirim
cahaya ke benda yang dilihat.Menurut teorinya yang kemudian terbukti
kebenarannya ,bendalah yang mengirim cahaya ke mata.Dibidan Kimia,terkenal nama
Jabir ibn Hayyan.Dia berpedapat bahwa logam seperti timah,besi,dan tembaga dapat
diubah menjadi emas atau perak dengan mencampurkan suatu zat tertentu.Dibidang
matematika terkenal nama Muhammad Ibn Musa al Khawarizmi,yang juga mahir dalam
bidang “aljabar”berasal dari judul bukunya,al
jabr wa al muqabalah.alam bidang sejarah terkenal nama al Mas’udi.Dia juga
ahli dalam ilmu geografi.Diantara karyanya adalah Muruj al Zahab wa Ma’adin al Jawahir.
Tokoh-tokoh
terkenal dalam bidnag fisafat antara lain al farabi,Ibn Shina,dan Ibn Rusyd. Al
farabi bayak menulis buku tentang filsafat,logika,jiwa,kenegaraan,etika,dan
interprestasi terhadap filsafat Aritstoteles.Ibn Shina juga bnyak mengarang
buku tentang filsafat.Yang terkenal diantaranya adalah al Shifa.Ibn Rusyd yang di Barat lebih dikenal dengan nama
Averroes,banyak berpengaruh di Barat dalam bidang filsafat,sehingga disana
terdapat aliran yang disebut Avveroisme.
KESIMPULAN
Setelah
sepeninggalan Rosulullah,kepemimpinan digantikan oleh para kholifa dan banyak
pasang surut kemajuan Islam.kholifa petama yaitu Abu Bakar memimpin selama dua
tahun, selanjutnya di pimpin oleh Umar,setelah itu di gantilan oleh utsman dua
belas tahun, dan kholifah berakhir di periode ke empat yaitu Ali bin abitholib
sebagai kholifah terakhienam tahun dan menduduku masa kepemimpinan selama 6,umat
islam di pimpin oleh bani ummayah selama 90thn. Setelah kehancuran Bani Ummayah
islam di pimpin oleh dinasti abasiyah selama 524 tahun dan di masa inilah
puncak kejayaan islam.karna di masa bani Abasiah ini muala bermunculannya para
ilmuan,dari berbagaimacam bidang.dari astronomi,filsafesehatan,dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar